
Sejak gak ngantor saya kurangin banget pakai make up berlebih. Jadi pakai make up cuma ke acara formal aja. Kalau cuma hang out dan ketemu sama teman paling pake bb cream, rapihin alis dan maskara-an aja.
Urusan skincare saya jadi lebih serius, walaupun gak ngoyo, secara sekarang pemasukan gak sebanyak semasa ngantor jadi harus pintar milah-milih produk yang baik kandungannya untuk kulit tapi gak bikin tongpes at the same time.
Untuk kulit tubuh, pengen banget semua pakai yang serba Natural. Karena yang natural katanya gampang diserap oleh kulit dan dengan pemakaian lama kandungan alaminya bisa stay longer dalam tubuh. Efek jangka panjangnya oke banget buat kesehatan.
Dari situ saya mulai concern untuk mengurangi konsumsi kosmetik atau skincare yang lumayan heavy(kandungan kimianya). Mulai belajar merubah mindset kalau produk yang mungkin saya pakai sehari-hari memang cocok-cocok aja dikulit, tapi belum tentu efek jangka panjangnya OK buat kesehatan.

"Jadilah sekarang sedikit demi sedikit saya beralih ke skincare yang natural"
Pertama kali tau Gulaco. via IG account nya Diana Rikasari. Dari situ saya tertarik, karena Gulaco meng-klaim produk mereka sebagai Natural Homemade Local Brand, jadi katanya mereka hanya pakai campuran bahan-bahan premium yang alami, fresh dan aman untuk semua jenis kulit.
Ini penting sih, karena selain Natural mereka ini adalah Local Brand !! wow...jujur saya jadi gak sabar untuk support.
Tapi...... saya bukan typical orang yang begitu tau terus langsung beli. No i'm not. Saya research dulu. Iya...i did mini researched. Saya mulai liat range produknya apa aja, dan saya sesuaikan sama kebutuhan saya. Agak ragu mau langsung beli apalagi via online, saya mulai banyakin liat reviews dari bloggers yang pernah coba produk mereka supaya dapat lebih banyak insights.
Sampai November 2015 lalu(kalau gak salah inget), saya pergi ke GoGirl Expo di Senayan City Mall karena tau Gulaco jadi salah satu partisipan dan buka booth disana.
Awalnya saya tertarik banget sama body oil nya. Yup, saya mulai mengurangi konsumsi body lotion dan beralih ke body oil sekarang. Tapi dilihat-lihat banyak produk lainnya yang lebih saya butuhkan. Nah akhirnya saya memutuskan untuk coba ketiga produk berikut ini dulu, dan ini sedikit reviewnya:
MOISTE LIP BA:M, YUMMY LIP SCRUB & LIQUID SOAP
![]() |
1. BIJI KOPI LIQUID SOAP
250ml, Liquid Soap infused with coffee beans, IDR 70k
Sejak kena typhoid karena minum kopi terlalu banyak, bukan berarti saya berhenti mengkonsumsi kopi dan olahannya. Hehe. Termasuk yang satu ini. Setelah saya beli, saya niat untuk stop menggunakan Facial Wash Merk Yang Cukup Terkenal yang sebelumnya saya gunakan karena.. aneh aja, pakai facial wash yang sebelumnya, tiap habis cuci muka pasti ada kesan kesat dan kering, which is sebenarnya itu gak terlalu bagus untuk kulit wajah. Karena kandungan anti-oksidan nya, setelah coba Biji Kopi Liquid Soap ini, kesan yang saya dapat adalah kulit wajah jadi lebih moist, dewy dan redness berkurang. Yang paling aneh, setelah 2 bulan pemakaian saya jadi tau dan kenal jenis kulit saya yang ternyata kombinasi dan cenderung akan kering dan berjerawat saat sedang menstruasi. Hal ini saya gak pernah saya noticed ketika pakai facial wash yang lama, karena kesannya wajah bersih terus.
Oya, selain dipakai diwajah, liquid soap ini bisa untuk dibadan juga. Tapi karena bahannya yang alami, jangan harap banyak busa yang keluar. Untuk 250ml, setiap hari saya pakai 2-3pumps(hanya untuk wajah) dan sepertinya cukup untuk 2,5bulan penggunaan. Liquid soap ini fragrance-free loh jadi cuma ada bau kopi yang tipis banget untuk detail mixture nya coba cek disini.
2. YUMMY LIP SCRUB COFFEE
20gr, sugar coffee lip scrub and edible! IDR 40k
Untuk yang sudah kenal lama dengan saya, pasti tau, saya punya keluhan parah soal bibir. Entah kenapa produksi dead-skin dibibir saya agak berlebihan, jadi bikin saya kreatif untuk selalu mengupas si dead-skin ini sampai terkadang jadi luka atau memerah. Sebelumnya saya pernah coba beberapa lip exfoliator tapi kadang ada yang jadinya bikin makin kering dan kurang bersih. Kadang saya rajin suka mencampur gula pasir dengan madu atau sari buah terus saya scrub ke bibir, tapi gak praktis sama sekali. Dari beberapa review yang pernah coba yummy lip scrub dengan new formula ini saya jadi gak ragu untuk coba. Bahkan waktu itu karena saya beli offline jadi punya kesempatan untuk tanya langsung cara penggunaannya. Untuk varian coffee ini yang paling favorit dibeli sama customer dan yang paling recommended. Sedikit kekurangan, lip scrub ini hanya tahan 2-3 bulan dari manufacture date, jadi saya pilih bukan yang varian buah supaya bisa lebih tahan lama, jadi selama warna dan baunya tidak berubah masih bisa dikonsumsi dan yang penting tempat penyimpanannya selalu bersih dan tidak over heated. Oya saya selalu pakai seminggu 1kali/2kali kalau diperlukan, selagi scrubbing bibir, ini jilat-able banget.. Yummy ! Gak percaya ini lick-able coba kamu cek disini.3. MOISTE LIP BA:M BLAK'KARENT
7gr, natural lip balm with Jojoba Oil & Blackcurrant flavour. IDR 50k
Lip Balm ini kayak life saviour buat saya. Sejak 2 bulan lalu, saya kombinasi pemakaian yummy lip scrub dengan moiste lip ba:m ini, dan benar ini sangat moisten, bibir jadi gak kering. Saya pakai rutin setelah tiap selesai scrubbing, dan tiap malam sebelum tidur, atau tiap sebelum keluar rumah kalau saya lagi gak mau pakai lipstcik. Awal beli bahkan saya hanya pakai lip balm ini sebelum tidur dan tiap keluar rumah selama 2 minggu berturut-turut, dan bye-bye bibir kering. Dulu saya anti pakai lipstick matte, karena gak bersahabat banget dengan tekstur kulit bibir saya, jadi biar lagi trendy banget orang-orang pakai lip cream matte, lipstick matte, lip pencil matte..saya cuma gigit jari. Sekarang, alhamdulillah..karena bibir saya lebih moist jadi bisa pakai lipstick jenis apapun tanpa khawatir jadi cracky atau tacky karena dead-skin.Moiste Lip Ba:m ini diklaim Parfume, Colorant & Parabens free loh, detailnya cek disini.
Nah..kira-kira itu sedikit review saya mengenai 3 produk dari Gulaco ini. Over all, saya suka, dan sejauh ini gak ada break-out atau efek buruk lainnya dikulit saya. Next time pasti saya bakal repeat order dan coba produk yang lainnya juga.

Produk yang alami dan bagus itu gak selalu harus mahal. Sekarang banyak banget product local yang homemade dan natural bases, dan harganya gak semahal natural product dari brand yang sudah terkenal dengan kualitas yang hampir sama. Apalagi kalau mereka bisa guarantee bahwa mereka pakai premium produk dalam pengolahannya. Gak ada salahnya untuk dicoba.
Saya belum All Natural saat ini, maunya kedepan bisa up grade semua kosmetik dan skin care ke natural product. Step by step lah, supaya kesehatan kulit dan tubuh bisa terjamin dimasa yang akan datang.



Semoga review saya kali ini bermanfaat dan bisa membantu teman-teman yang juga ingin membeli produk yang sama.
Till Next Review !
Disclaimer : Semua hal yang saya tulis murni pendapat dan experience saya sendiri. Semua produk yang saya beli juga menggunakan uang pribadi saya dan bukan sponsorship.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar